TURNAMEN HUT RI KE 69 PT.SANDOZ

Selasa 3 juni 2014 bertempat di Gelanggang Olah Raga Volley Ball PT. Sandoz Semenjak Pagi telah diwarnai dengan berbagai umbul umbul dan hiasan Balon tanda pembukaan Olah Raga...

MUSNIK Ke III PUK.PT.Sandoz

Jum'at 13 Juni 2014 PUK PT.Sandoz bertempat dikantin PT.Sandoz Indonesia,Panitia telah melaksanakan Musyawarah Unit Kerja ke III dengan cara demokrasi...

RAPAT PERSIAPAN HUT RI KE 67 PT.SANDOZ

Kamis 8 Mei 2014 bertempat di Kantin PT.Sandoz Indonesia telah dilakukan tindak lanjut persiapan Peringatan HUT RI ke 67 tahun 2014...

Wajah Baru PT.Sandoz 2014

Selasa 18 Februari 2013 SP.Farkes/Reformasi PT.Sandoz mengawali pertemuan perdana di awal tahun 2014 di Ruang meeting Prambanan lantai V...

Perundingan PKB PUK PT.Sandoz

Setelah melalui proses panjang akhirnya pada hari Kamis tanggal 13 Desember 2012, team perunding PUK SP Farkes Reformasi PT.Sandoz yang terdiri 6 orang Bambang Adi, Suharno, Kamil Arief, Hangky, Permatasri dan Krsity...

Rabu, 31 Desember 2014

Rapat Anggota SP.Farkes Reformasi PT.Sandoz

Suasana rapat anggota SP.Farkes Reformasi PT.Sandoz Selasa 29 Desember 2014 sebagai evaluasi kegiatan thn 2014 dan laporan keuangan sekaligus membahas program kerja tahun 2015 salah satu agenda terpenting laporan hasil PKB sekaligus menaikan COS atau iuran yg targetnya 1% dari UMP sesuai instruksi dari AD/ART sebesar Rp.27.000 dari UMP 2015 hasil keputusan baru tercapai RP.25.000 semoga bertahap tahun depan bisa tercapai . Terima kasih kepada seluruh anggota yang hadir atas suport dan dukungan buat SP.Farkes Reformasi ke depan semog amanat ini bisa lebih baik untuk pelayanan anggota.

Rapat yang dimulai Jam 14.00 s/d 16.00 ini merupakan sukses besar bagi kepengurusan SP 2014 s/d 2017 , hal ini terlihat dari peserta/anggota yang hadir begitu antusias tentunya hal ini tak lepas peran pengurus yang sudah mulai memahami apa fungsi dan tugas yang diembannya, acara dibuka oleh MC Bapak Abdulah kemudian diteruskan bersama sama menyanyikan mars Serikat Pekerja yang dipimpin oleh abdul Rojak, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Bapak Suharno diawali menyampaikan pencapaian program kerja tahun 2014 dan diteruskan menyampaikan program kerja tahun 2015, hal ini dipaparkan kepada seluruh anggota agar anggota tahu apa yang akan dilakukan Serikat Pekerja di tahun 2015, 

Setelah sambutan ketua dan laporan seputar kegiatan yang telah dan akan dilakukan diteruskan laporan estimasi dana perbulan dari pemasukan yang dan pengeluaran dana yang ada perbulan kemudian dilanjutkan laporan secara rinci oleh bendahara Karuniawan budi santoso.tak kalah pentingnya SP Farkes reformasi PT Sandoz juga menyampaikan PO.Organisasi hal ini merupakan SOP atau perutauran terkait kegiatan yang dilakukan dan pembiayaannya dilakukan atas musyawarah pengurus inilah PO nya.danPo ini semua kegiatan mengacu pada aturan

1.      BiayaOperasional tugas LuarKota + Transport                                  : Rp.125.000 /hari/Seminarjamkerja
2.      BiayaOperasional tugas dalamkota DKI Jakarta+ttransport               : Rp. 75.000/hari/seminarJamKerja
3.      Biayaoperasional tugas dalamkota DKI Jakarta +taransport ( Harilibur /tanggalmerahsesuaihasilkeputusanpengurus di lembahhijauMekarsari UMP/173 X Jam ( Rp.2.400.000/173= Rp.13.875xJam )
4.      Biayaoperasionalkomunikasiketua                                                      : Rp.100.000/Bulan ( pulsa)
5.      Biayaoperasionalpengurus                                                                  : Rp.25.000-Rp.50.000( Pulsa)
6.      Transport meeting setelah jam kerja                                                    : Rp.30.000 /hari
7.      Transport meeting setelah jam kerjaluarkota                                        : Rp.50.000/hari
8.      Edaransosialbilamanakaryawan ,orang tuakaryawan,anakmeninggalduniadarisieSosial
9.      Edaransosialbilamanakaryawanterkenamusibah, kebakaran,banjirdarisiesosialbersamamenejemen.
10.  Bantuanuntukkegiatanseksi                                                                  : Rp.100.000
·         SenammendapatjuIedarisie OR.
·         Buluitangkissewalapangandarimenejemen
·         Pertandingan OR keluarkantordari sie OR ( adasuratundangan )

NB: semua PO diatasakandilaksanakanmelihatkondisinkeuanganorganisasi,asumsiseminarsaattanggalmerah Rp.13.875 x17 jam = Rp.235.000/harilibur/tanggalmerah.
Keputusan ini ditandatanganolehseluruhpengurus.

Disesi keempat meruapakan laporan dari sekretaris Kamil Arief terkait perkembangan jumalah anggota yang mana berkat kerja pengurus dari saat serah terima anggota kita 110 orang dalam kurun waktu 6 bulan dari  sampai desember sekarang sudah menjadi 132 orang , termasuk grafik yang ada dimana anggota terbanyak.

Disesi ke lima merupakan pengenalan Website Farkes Reformasi PT,Sandoz yang lebih menjadi slah satu program tahun 2015 yaitu mengembang informasi dan Komunikasasi baik melalui website  www.spfarkesref.org, whatsup group,BBM group ,SMS group  semoga indormasi kedepan lebih baik ( SBY )














Memaknai pengkaderan sebagai jantungnya Organisasi

Anggota KSPI sedang melakukan konsolidasi
Jakarta, KSPI – Dalam sebuah organisasi baik organisasi laba atau nirlaba, seperti organisasi kemahasiswaaan, organisasi politik, organisasi buruh, organisasi keagamaan maupun organisasi perusahaan termasuk organisasi non sipil (kepolisian dan militer), kaderisasi menjadi hal yang sangat penting bagi eksistensi dan kelanjutan organisasi.
Pengkaderan adalah jantungnya organisasi, dimana baik buruknya dan langgengnya oragnisasi kita, sangat tergantung dari seberapa serius kita melaksanakan pengkaderan. Dapat dilihat di sekitar kita, ketika dalam suatu organisasi pengurus tidak serius dalam melaksanakan pengkaderan secara sistematis, berjenjang, berkelanjutan dan masif, organisasinya akan mati secara perlahan-lahan. Hal tersebut disebabkan minimnya jumlah kader dan minimnya kualitas kader.
Secara umum, setidaknya ada 4 organisasi dengan kualitas terbaik dalam pengkaderan di Indonesia, yakni : Militer/ kepolisian, perusahaan-perusahaan multi nasional (Jepang, dll), organisasi kemahasiswaaan dan organisasi berbasis keagamaan/ideologi.
Bagi sebuah organisasi, selain dituntut mempunyai orientasi dan visi yang kuat, maka pengkaderan adalah sarana bagaimana visi dan orientasi organisasi bisa dipahami dan dijalankan oleh para kader dan pengurusnya..
Pengkaderan Di Organisasi Militer
Di organisasi militer kita melihat budaya yang kuat dalam hal kedisiplinan, kekompakkan, ketangguhan yang merupakan buah dari proses pengkaderan yang sistematis dan berjenjang. Untuk mencapai posisi puncak organisasi harus melewati berbagai pelatihan dan persyaratan yang panjang dan ketat, yang merupakan bagian dari proses dan sistem pengkaderan yang dibangun. Ada Secaba, Secapa dan juga Lemhanas. Pengkaderannya dimulai dari konsep yang baik dan kemudian dilanjutkan dengan rekrutmen yang jelas dan ketat dan dalam budaya disiplin organisasi yang kuat.
Merumuskan Pengkaderan Di Organisasi Perjuangan
Pengkaderan di tiap organisasi tentunya berbeda arah dan orientasi pengkaderanya tergantung dari visi dan misi organisasi. Bagi organisasi perjuangan seperti organisasi mahasiswa, serikat buruh, partai politik, ormas keagamaan maka dimensi dan semangat perjuangan menjadi salah satu yang harus dirumuskan terlebih dahulu.
Nilai Dasar Perjuangan
Perumusan Nilai dasar perjuangan atau falsafah dasar perjuangan yang merupakan penjabaran dari arah dan orientasi perjuangan organisasi perlu dirumuskan secara sistematis. Nilai dasar perjuangan atau falsafah perjuangan bukan hanya berisi tentang nilai-nilai luhur yang akan dibangun namun juga berisi tentang bagaiamana solusi dan tawaran konsep atas permasalahan yang ada baik dalam hal keadilan, kesejahteraan dan kedamaian.
Secara umum Nilai dasar perjuangan berisi tentang :
1. Spiritualitas
2. Solidaritas
3. Persatuan
4. Kerakyatan & Permusyawaratan
5. Keadilan dan kesejahteraan sosial
Karenanya, pengkaderan bukan hanya berisi tentang outbond dan kerjasama tim, namun yang esensial adalah :
1. Mengubah paradigma berpikir (hakekat kebenaran, hakekat pengetahuan, hakekat kehidupan dan konsep diri
2. Memperkuat intelektualitas (wawasan keilmuan tentang masyarakat, negara, ekonomi, keadilan, kesejahteraan, dll)
3. Memperkuat karakter, mental dan spiritualitas (keberanian, kematangan jiwa dan dan ruhiyah)
4. Memperkuat jasad/kesehatan.
5. Memperkuat managerial (bicara strategi taktis dan strategis organisasi)
Target Jangka Panjang Pengkaderan
muhamad rusdi kspi
Pengkaderan bukan hanya untuk melahirkan kualitas individu yang tangguh. Namun juga mampu membentuk tatanan baru atau generasi baru dalam masyarakat yang jauh lebih baik dari potret masyarakat kini.
Pengkaderan Di Organisasi Mahasiswa
Di organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), juga tidak jauh berbeda sistem pengkaderan yang djbangun. Sehingga para alumni dari HMI dalam beberapa dekade, selalu masuk dan terlibat dalam kepemimpinan nasional dan di daerah yang menandakan kualitas kepemimpinannya. Namun sayangnya kualitas tersebut cenderung mengalami penurunan bersamaan dengan dibekukannya Lembaga Pengelola Latihan (LPL) sebelum dibentuknya BPL yang baru pada periode kepengurusan ke tiga saat ini (2014).
Di HMI, untuk menjadi anggota harus mengikuti basic training ( th 1990an lamanya 5 hari). Kemudian untuk menjadi pengurus cabang sudah harus pernah menjadi pengurus di tingkat kampus dan pernah mengikuti intermediate training (sekitar 5 hari hingga seminggu). Untuk menjadi ketua umum, selain pernah menjadi pengurus cabang, pengurus PB juga sudah pernah mengikuti Advance Training. Sedangkan Untuk menjadi narasumber mereka harus pernah mengikuti training instruktur dan serangkaian pengalaman organisasi HMI.
Berbagai pelatihan tersebut di kelola secara rapi oleh suatu Badan yakni Badan Pengelola Latihan dan dilengkapi dengan kurikilum dan panduan yang jelas, baik panduan tentang panduan materi training atau pelaksanaan training. Dalam setiap pelaksanan training diangkat yang namanya Master of Training yang merupakan anggota BPL dengan kapasitas memadai agar mampu menjaga kualitas pelaksanan training.
Dalam rangka menjaga eksistensi organisasi, maka setiap komisariat HMI (kepengurusan di tingkat kampus) diwajibkan mengadakan basic training dua kali dalam satu semester (Sesuai Pedoman Perkaderan) yang dilanjutkan dengan follow up-nya, dan seterusnya sesuai dengan jenjang pelatihan. Jika pengurus komisariat tidak mengadakan pelatihan basic training, mereka bersiap mendapatkan sangsi organisasi. Sehingga secara rutin hampir seluruh komisariat akan melaksanakan pengkaderan secara serius.
Hanya saja terdapat beberapa hal yang perlu dicatat. HMI mulai kesulitan menjaga tradisi intelektualnya dan spirit keislamannya, sehingga banyak terjadi pergulatan konflik politik di internal organisasi. Menyebabkan organisasi kesulitan dalam mewujudkan masyarakat baru Indonesia adil makmur yang di Ridhoi Allah SWT
Pengkaderan Di Serikat Pekerja
Aksi KSPI di Bunderan Hotel Indonesia
Aksi KSPI di Bunderan Hotel Indonesia
Rekruitmen keanggotaan Serikat Pekerja tidaklah berbasis perkaderan, sehingga menimbulkan masalah dalam segi kualitas. Dalam hal pelatihan dan pengembangan organisasi hanya diikuti oleh segelintir pengurus saja. Sehingga tumpuhan organisasi berada pada kualitas dan keinerja pengurus. Perubahan positif akan terjadi jika idealisme dan kinerja pengurus dapat berjalan lurus serta mendapat dukungan dari anggota. Namun jika pengurus dan pimpinannya tidak amanah dan individualistik atau bahkan menciptakan suasana “kultus individu”, maka rusaklah organisasi seperti organisasi serikat pekerja kebanyakan.
Pergerakan serikat pekerja masih banyak didorong karena adanya permasalahan terutama dalam hal upah, jika dianggap tidak bermasalah maka serikat pun berdiam diri. Oleh karenanya sudah saatnya perlu di rekonstruksi ulang pengkaderan di gerakan buruh yg disesuaikan dengan karakter dan visi misi organisasi.
Kegiatan Dan Pola Pengkaderan
Berbicara pengkaderan maka bukan hanya bicara rekrutmen anggota tapi juga bicara tentang upgrading kader dan pengurus secara sistematis, berjenjang dan masif.
Di luar organisasi militer dan mahasiswa, dan organisasi keagamaan/ berbasis ideologi, pengkaderan tidak dilakukan secara sistematis, berjenjang dan masif, sehingga secara kualitas kader dan pimpinannya tidak mempunyai kompetensi yang memadai. Pengkaderan masih dilakukan dengan tidak serius dengan cara-cara tradsional. Karenanya, ketika kita sadar dan memahami bahwa pengkaderan adalah jantungnya organisasi, maka suka tidak suka, pengkaderan harus dilakukan dengan baik dengan menjaga kuantitas dan kualitas dari pengkaderan.
Kuantitas pelatihan, sebagai sarana rekrutmen anggota perlu diperhatikan agar anggota atau kader terus bertambah, hal ini bisa dilakukan dengan cara mewajibkan struktur organisasi terendah melakukan pelatihan kepemimpinan dasar setahun sekali. Kalau tidak dilakukan maka, segera beri peringatan yang keras.
Sedangkan untuk menjaga kualitas pengkaderan, maka penguatan dan pemahaman para pengurus di level terendah wajib diberikan program upgrading, termasuk membentuk tim pengelola pelatihan/pengkaderan yang kuat hingga struktur terendah di organisasi. Konsep dan panduan pengkaderan juga harus dibuat dengan jelas dan senantiasa di evaluasi secara periodik agar terjaga kualitasnya, termasuk menjaga kualitas para instruktur pelatihan.
Urgensi Keteladanan Dalam Pengkaderan
Selain melalui pelatihan formal, keteladanan merupakan kunci utama dari perkaderan. Sebagaimana perkaderan merupakan serangkaian proses pembentukan individu. Maka senior merupakan role model dari serangkaian idealisme yang ditanamkan dalam training. Menjadi teladan yang baik sesuai apa yang telah ditanam dalam pedoman perkaderan merupakan bukti kesuksesan perkaderan sebelumnya.
Dalam ilmu sosiologi dikenal istilah proses imitasi dalam pembelajaran. Imitasi atau meniru adalah suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model. Keteladanan akan mengaktifkan syaraf auditori, visual, dan kinestik dalam sebuah experience yang mempermudah pemahaman dan pemerograman dalam otak kader. Konsistensi keteladanan para senior akan membentuk lingkungan yang baik sebagai benteng utama perkaderan.
Keteladanan Rasulullah
Selain kualitas konsepsi Islam yang sudah lengkap (baik dalam tataran praksis seperti shalat, puasa, zakat, Haji), maka Keteladanan pribadi yang kuat dari Rasulullah menjadi kata kunci Rasulullah dalam membina para sahabatnya yang sangat luar biasa. Dan sebaliknya salah satu kegagalan dalam pengkaderan adalah ketika para pimpinan organisasi dan para instruktur tidak memberikan keteladanan yang baik pada para anggotanya.
Penutup
Ayo kita benahi organisasi yang kita cintai, dengan menata pengkaderannya. Karena pengkaderan adalah jantungnya organisasi, maka umur organisasi kita tergantung dari kualitas pengkaderannya.
Maka tidak ada kata lain agar kita serius untuk lakukan pengkaderan di semua level organisasi dengan tumpuan utama di level terendah struktur organisasi.
Buat panduan dan tim pengkaderan yg kuat agar pelatihan bisa berjalan dengan baik, tidak ada kebingungan bagi pengurus di level terendah dalam melaksanakan pengkaderan tersebut, dan direview secara periodik.
Jika di militer menitik beratkan pada penguatan kekompakan, kedisiplinan dan loyalitas terhadap bangsa, dan jika di HMI menitikberatkan pada tradisi intelektualitasnya, Maka model pengkaderan seperti apa yang akan kita bangun di organisasi kita?
M Rusdi
Sekretaris KSPI

Jumat, 26 Desember 2014

Transformasi Gerakan Buruh : Dari Pressure Group menuju Kekuatan Politik dan Ekonomi

DEN KSPI saat siaran pers
Transformasi Gerakan Buruh Dari Pressure Group menuju Kekuatan Politik dan Ekonomi
Kebangkitan gerakan buruh Indonesia dalam 4 tahun terakhir ini dalam berbagai aksi aksi demonstrasi yang masif di berbagai penjuru tanah air telah memberikan nafas baru bagi kaum buruh Indonesia, setelah sebelumnya hampir 40 tahun tenggelam dalam kegalauan pergerakkan dan permasalahan internal organisasi.
Positioning gerakan buruh hari ini, walaupun masih sebagai kelompok penekan ( Pressure Group), gerakan buruh kini mulai diperhitungkan oleh partai politik dan juga oleh pengusaha dan pemerintah. Bila sebelumnya, suara dan teriakan nya tidak didengarkan, maka kini suara dan teriakannya nya mulai di dengar oleh berbagai pihak.
Dari Pabrik ke Publik
Kepercayaan diri yang selama ini terkekang, secara perlahan mulai tumbuh, kesadaran akan perubahan nasib bagi buruh dan keluarganya telah melahirkan semangat juang yang tinggi dalam setiap langkah perjuangan.
Terpilihnya para aktivis buruh seperti Stevan Lofven di Swedia menjadi Perdana Menteri Swedia 2 bulan lalu, serta terpilihnya kembali Dilma Rousseff aktivis buruh Brazil kembali terpilih menjadi Presiden Brazil pada bulan lalu menjadi motivasi yang kuat bahwasannya kaum buruh bisa memimpin negeri ini untuk wujudkan kesejahateraan kaum buruh dan rakyat.
Kepercayaan diri yang meningkat tersebut melahirkan wacana perlunya pembentukkan partai politik, seiring partai politik yang ada saat ini, dianggap kurang serius dalam membela dan menyuarakan kepentingan kaum buruh. Partai politik pun dianggap kurang memberi ruang aktualisasi bagi para aktivis buruh terlibat didalam kepemimpinan partai dan kurang di beri ruang bagi buruh menjadi anggota parlemen.
Sehingga buruh tidak mempunyai keterwakilan di parlemen baik di nasional ataupun di daerah, seandainya ada itupun sangat terbatas jumlahnya dan bisa dihitung dengan jari.
Aksi Buruh KSPI ( foto : marmin kspi )
Aksi Buruh KSPI ( foto : marmin kspi )
Perubahan paradigma Gerakan
Wacana pembentukan partai politik di kalangan kaum buruh tentunya ada yang mendukung, ada yg cuek dan ada juga pesimis. Perlu lompatan strategis yang dilakukan terutama adalah perubahan paradigma gerakan. Paradigma dan positioning gerakan buruh yang dipahami masih pada tahapan sebagai “pressure group” atau kelompok penekan, yang berada diluar sistem, perlu di kembangkan untuk bisa bermain didalam sistem.
Paradigma gerakan perlu di transformasi dari ” pola gerakan tuntutan” atau pressure group menjadi ” pola gerakan konsepsi”.
Artinya, bila selama ini yang dilakukan kita adalah gerakan tuntutan, perlu kita kembangkan juga kemampuan kita dalam memberikan konsep solusi atas permasalahan bangsa.
Proses pematangan kader buruh dalam hal keorganisasian dan politik perlu di lakukan, untuk menghindari budaya konflik internal yang senantiasa berujung pada perpecahan.
Memahami struktur sosial budaya dan karakter masyarakat Indonesia, yang masih kuat budaya paternalistik, masih melihat siapa yang mengatakan bukan melihat apa yang disampaikan.
Transformasi Gerakan dari Pabrik ke publik ke Negara
Setidaknya ada 4 tahapan yang harus dilalui, dalam transformasi gerakan dari pabrik ke publik menuju gerakan kebangsaan, yakni :
1. Tahapan Penguatan organisasi buruh yang kuat, baik secara struktural maupun konsepsi gerakan/platform dan kapasitas kader.
2.Tahapan Penguatan gerakan Pabrik ke Publik, dalam rangka penyatuan gerakan buruh ke masyarakat, memperjuangkan isu rakyat , berjuang bersama rakyat. Dengan terlebih dahulu berhasil merekrut seluruh elemen buruh baik kerah putih atau kerah biru kedalam gerakan buruh
3. Tahapan Penetrasi kepemimpinan di Masyarakat, sebagai upaya pembelajaran kepemimpinan nasional serta dalam rangka membangun pondasi yang kuat di masyarakat, dan selanjutnya seluruh area kepemimpinan sosial masyarakat dapat dipenetrasi, termasuk penguatan dan penguasaan ekonomi
4. Tahapan Go Politik
Saat ini, Beberapa federasi di Internal KSPI masih berbenah pada tahap 1 dan mulai mencoba tahap 2, sehingga kalau mau masuk tahap ke4 secara totalitas harus dilakukan percepatan untuk bisa melewati secara maksimal tahap ke 1,2 dan tahap 3.
Aksi Buruh Perempuan KSPI FSPMI menuntut Upah layak
Aksi Buruh Perempuan KSPI FSPMI menuntut Upah layak
Tantangan yang harus segera dibenahi
Oleh karenanya , para pimpinan buruh punya PR besar untuk segera membenahi internal, karena masih ada beberapa kendala, diantaranya :
1. Belum terumuskannya gagasan besar atau ideologi dengan platform yg bisa menyatukan kaum buruh di Indonesia.
2. Pergerakam buruh saat ini masih karena semangat yg sempit bukan karena adanya visi atau gagasan dasar yg kuat.
3. Pimpinan buruh belum bisa merumuskan dan mentransformasikannya menjadi sebuah panduan taktis, baik dalam hal konsepsi ekonomi, politik, sosial dan budaya masyarakat.
4. Gagasan besar tentang negara dan kesejahtrraan yg dicita citakan dan dibangun harus bisa diduplikasi dgn terbentuknya tatanan masyarakat yg cerdas, militan, berani dan mandiri, nah problemnya kita belum berhasil secara maksimal mengubah paguyuban menjadi kekuatan ekonomi.
5. Siap memimpin itu harus siap melayani dulu dan bisa berjuang bersama dulu dg rakyat, namun gerakan buruh hari ini belum sampe situ.
Selain go politik, yang juga seharusnya dibangun adalah go sosial dan go ekonomi dulu.
Karena kita pahami bahwa para presiden dan gubernur terpilih banyak “dimodali”, oleh para pemodal , artinya bahwa para pemodal tersebut telah terlebih dahulu menjadikan politik sebagai sarana perjuangannya untuk menguasai negara.
Sehingga kita bisa memahami bahwa perjuangan di ranah politik ini perlu di backup oleh kekuatan ekonomi rakyat yang kuat. Bukan sekedar semangat juang yang tinggi. Penyadaran kepada kaum buruh, kepada pengusaha UKM dan kepada masyarakat menjadi kata kunci kita bisa berhasil mewujudkan cita cita mulia kita.
Penutup
Tidak ada yang sia sia, terhadap apa yang akan dan sudah kita lakukan dalam perjuangan. Perubahan pasti akan datang tergantung kualitas perencanaan, strategi dan totalitas segenap diri kita dalam berjuang. Sehingga wacana pembentukan Partai segera saja direalisasikan ketika syarat syarat utamanya terpenuhi.
[1] Disampaikan dalam Diskusi ” Menggagas Politik Alternatif, Rabu 24 Desember 2014 yg diselenggarakan oleh Pusat Perlawanan Rakyat Indonesi (PPRI)
Sekjen KSPI M Rusdi ( image :tvone)
Sekjen KSPI M Rusdi ( image :tvone)
Muhammad Rusdi ( Sekjend KSPI)

Kamis, 25 Desember 2014

Keputusan Rapat di Asosiasi GP Farmasi dengan Serikat Pekerja Farmasi Terkait penetapan UMSP.


 Suasana ruang Rapat Penetuan UMSP

Rabu 23 Des 2014 bertempat di Gedung GPFSI lantai 3 telah dilakukan rapat terkait penetapan besaran UMSP DKI tahun 2015, untuk sektor farmasi baik PMA/PMDN, rapat ini  merupakan rekomendasi akhir untuk disampaikan ke Gubernur yang efektif berlaku 1 Januari 2015 sesuai dengan mekanisme penetapan UMSP, bahwa penentuan besaran UMSP diserahkan kepada Asosiasi bersama Serikat Pekerja masing-masing..

Rapat dikmulai Pukul 10.27 dan Berakhir pada !7.25 dari GP farmasi diwakili bapak Handoko sebagai ketua dan Bapak Dani sementara dari PMA diwakili Suharno dari PT.Sandoz, dan dari PMDN diwakili Supriyono PT.Tunggal Dan Rysky dari PT,Bintang Toejoeh, unsur Dewan Pengupahan diwakili Umriti Hud dan H.Irzani Sugilan.

Penentuan besaran UMSP tahun ini, begitu alot hal ini mengingat tahun lalu kenaikan upah mkinimum sektoral belum tersentuh untuk perusahaan dalam Negeri atau PMDN, disinilah terjadi perdebatan yang cukup alot dari rentang waktu selama perundingan sampai terjadi 3 kali setengan kamar atau rehat " time out " untuk menyamakan persepsi dalam penentuan keputusan terkait keptusan harus tercapai untuk PMDN ataupun PMA, sementara untuk penentuan agar PMDN masuk kenaikan sektoral, rumusan apa yang lebih tepat agar bisa diterima kedua belah pihak, inilah yang begitu rumit, ada indikator dari omset,dari jumlah karyawan dan banyak usulan namun kesimpulah akhir, diputuskan diukur dari aset Perusahaan,  bilmana aset PT, sudah mencapai diatas 5 Trilyun unuk PMDN maka akan terkena kenaikan UMSP 3% dan PMA 7,5%, demikian hasil yang dicapai yang akan direkomendasikan ke Gubernur dan diputuskan untuk pemberlakuan di 1 Januari 2015. ( Sby )